• INDOGRAF
  • INDEKS
Kamis, 1 Januari 2026
indograf.com
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
Indograf.com
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
No Result
View All Result
Indograf.com
No Result
View All Result
Home Pilihan Editor

Prof Provokasi

Oleh: Dahlan Iskan

Indografnews by Indografnews
25 Oktober 2023
in Pilihan Editor
A A
Prof Dr dr Eghty Mardiyan Kurniawati SpOG Subsp Urogin-RE

Prof Dr dr Eghty Mardiyan Kurniawati SpOG Subsp Urogin-RE

Share on FacebookShare on Twitter

LEBIH mudah mengajari ilmu kewartawanan kepada dokter daripada mengajari ilmu kedokteran kepada wartawan.

Maka saya putuskan agresif, kala itu: rekrut dokter-dokter muda. Jadikan mereka wartawan.

Baca Juga

Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya

Ferdinan Adinoto Dukung Camat dan Lurah Bahas Isu Pertanahan

3 Desember 2025
Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

1 Desember 2025
Load More

Begitu banyak komplain dari dokter. Soal berita terkait penyakit, obat, dan kesehatan.

Tulisan wartawan dianggap begitu dangkal.

Banyak salah pula. Lebih banyak lagi yang salah pengertian.

Salah satu wartawan-dokter itu hari ini, Rabu 23 Oktober, mendapat gelar profesor. Guru besar. Beneran.

Dia sudah bergelar doktor tiga tahun lalu.

Sebelum itu dia dokter spesialis obgyn. Dokter umumnyi dari FK Unair.

Pun spesialis, doktor, dan guru besarnyi.

Namanyi: Prof Dr dr Eghty Mardiyan Kurniawati SpOG Subsp Urogin-RE. Suaminyi juga dokter.

Letnan kolonel TNI-AL: Abdul Haris, dr SpBS MTrOpsla.

Waktu Eighty jadi wartawan kami dapat apresiasi besar: banyak dokter jadi wartawan.

Salah tulis pun hilang.

Maka kami lanjutkan kebijakan itu: para insinyur harus jadi wartawan.

Jangan hanya lulusan sospol, keagamaan, dan publisistik.

Jawa Pos pernah diajak Prof B.J. Habibie ke seminar internasional aeronautika di Eropa: hanya satu-satunya wartawan yang sarjana nuklir.

Kala itu. Namanya: Agus Mustofa. Kini jadi ulama.

Penulis buku tasawuf. Juru dakwah.

”Kenapa nama Anda Eighty?” tanya saya. Tidak ada sedikit pun tanda-tanda Indo di wajahnyi.

Eighty asli Surabaya.

Lulusan SMAN 5. Ayahnyi guru SD. Belakangan sang ayah tertarik belajar bahasa Inggris.

”Ayah sangat mengidolakan angka delapan. Eight.

Di bulan 8 lahirlah anak wanita, saya. Jadilah Eighty,” jawabnyi.

Kalau waktu itu yang lahir laki-laki mungkin diberi nama Eightman.

Waktu pandemi lalu Eighty sudah doktor.

Dia punya tugas membimbing mahasiswa-dokter untuk jadi spesialis.

Hambatan begitu besar.

Mobilitas terbatas.

Tugas tambahan begitu banyak.

Serba tiba-tiba. Serba darurat.

Jumlah pasien melahirkan sedikit. Itu pun pakai penanganan khusus: melahirkan di saat Covid.

Tugas pembimbingan tidak bisa lancar. Eighty punya akal: bikin maneken. Untuk praktik para calon spesialis itu.

Praktik bedah caesar.

Maka tiga mahasiswa yang dia bimbing diminta bikin maneken.

Kerja sama dengan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

ITS memang punya unit spesialisasi teknologi alat-alat kesehatan.

Jadilah maneken itu. Calon spesialis obgyn bisa praktik operasi caesar di maneken itu.

Inilah maneken pertama di Indonesia untuk praktik bedah caesar.

Bahan bakunya lateks silikon. Untung ada Covid.

Selama ini spesialis obgyn belajar dengan cara melihat senior mereka melakukan bedah caesar.

Lalu jadi asisten.

Sejak ada maneken mahasiswa PPDS tersebut sudah bisa pegang pisau.

Kelemahan maneken ini: ketika perutnya diiris tidak bisa menyatu lagi untuk diiris oleh mahasiswa berikutnya.

Harus dilem dulu.

Mereka belum menemukan bahannya.

Mungkin para ahli kimia, ahli new material dan ahli modifikasi bisa membantu.

Eighty diminta membuat dua lagi.

Untuk FK UB Malang dan Unlam Banjarmasin.

Biayanya ditanggung Kemendikbud. Hanya sekitar Rp 200 juta.

Semua dokter tentu ingin jadi spesialis.

Waktu itu Eighty pesimistis.

Dia tidak punya cukup uang.

Tidak mungkin membebankannya pada ortu. Pun tidak punya keluarga dokter.

Sulit dapat rekomendasi masuk spesialis.

Eighty tertarik provokasi kami. Jadilah wartawan.

Saya ingat dia di bawah seorang redaktur yang juga dokter: dr Anda.

Dari gaji sebagai wartawan itulah dia bisa menabung. Lalu punya koneksi luas.

Masuklah spesialis obgyn.

Maka menulis sudah menjadi napas kedua bagi Eighty.

Karya tulisnyi di jurnal internasional banyak sekali.

Lebih dari 100. Publikasi Scopus-nyi saja 29.

Pun buku yang dia tulis: 19 buku.

Salah satu jurnalnyi terkait dengan disertasi doktornyi: Pemanfaatan Amnion untuk Terapi Fistula Vesikovagina.

Sel membran di ketuban ternyata bagus untuk ikut menyembuhkan operasi bagi wanita yang punya gangguan panggul.

”Saya menekuni uroginekologi rekonstruksi,” katanyi.

”Saya memilih ketuban karena keseharian saya melihat dan memegang selaput ketuban,” tambahnyi.

Waktu penelitian membran ketuban itu Eighty dibimbing ahli stem cell seperti Prof Fedik dan dr Purwati.

Laki-laki tidak tahu: begitu banyak wanita sakit di panggul karena melahirkan.

Kini Eighty punya hak paten. Yang tiga di bidang maneken itu.

Paten satunya lagi adalah: cetakan (molding) untuk membuat vagina baru.

Maneken untuk praktik operasi caesar tentu kian penting: kian banyak wanita yang melahirkan lewat caesar.

Di kota-kota angkanya sudah mencapai hampir 70 persen. Tiap tahun angka persentase itu naik.

Kegagalan caesar pun sangat kecil. Juga turun menurun.

Kini provokasi agar dokter jadi wartawan rasanya tidak perlu lagi. Sudah begitu banyak dokter yang terjun ke medsos: jadi wartawan untuk medianya sendiri. (*)

Tags: Dahlan IskanDr dr Eghty Mardiyan Kurniawati SpOG SubspProf Provokasi
Previous Post

Begini Rancangan Tiga Aspek “Single Salary” Untuk Anggaran Kesejahteraan ASN

Next Post

Smart Meter Berbasis Advanced Metering Infrastructure (AMI) Diterapkan Di Sumut

Artikel Terkait

Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya

Ferdinan Adinoto Dukung Camat dan Lurah Bahas Isu Pertanahan

by Indografnews
3 Desember 2025

INDOGRAF - Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya mengambil langkah strategis untuk mempercepat resolusi isu pertanahan dengan meningkatkan...

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

by Nawawi Indograf
1 Desember 2025

Polkam, London |  indograf.com – Kemenko Polkam menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di Dewan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) bukan...

Sinergi Digital dan Publik: Kunci Kantor Pertanahan Palangka Raya Wujudkan Penataan Ruang Berkeadilan

Sinergi Digital dan Publik: Kunci Kantor Pertanahan Palangka Raya Wujudkan Penataan Ruang Berkeadilan

by Muhammad SA
4 November 2025

INDOGRAF - Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Ferdinan Adinoto, S.SiT., M.Si,  menegaskan komitmen untuk mewujudkan penataan ruang yang tidak...

Kepala BPN Banyuasin Dhona Lubis Kuatkan Sinergi Bareng PPAT

Kepala BPN Banyuasin Dhona Lubis Kuatkan Sinergi Bareng PPAT

by Muhammad SA
24 Oktober 2025

INDOGRAF - Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin, Dhona Fiermansyah Lubis, S.ST., M.M., QRMP, turun tangan langsung memperkuat pondasi pelayanan...

Please login to join discussion

Terpopuler

    Rekomendasi

    Menjelang MPLS, Gus Ipul Ajak Dialog Calon Siswa Sekolah Rakyat Indramayu

    29 September 2025

    Ganjar Kembali Kunjungi Pondok Pesantren di Cirebon

    8 Oktober 2023
    RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP Rampung

    RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP Rampung

    26 Juni 2025
    Dandim Depok: KOOD Bukti Depok Punya Ciri Khas Sendiri

    Dandim Depok: KOOD Bukti Depok Punya Ciri Khas Sendiri

    27 September 2025
    Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin, melakukan audiensi penting dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin.

    BPN dan DPRD Banyuasin Kolaborasi: Dorong Tata Kelola Pertanahan yang Akuntabel

    23 September 2025
    Indograf.com

    Jalan Proklamasi No 20, RT 004/002, Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Depok, 16417, Jawa Barat, Indonesia

    Kategori

    • Berita Lainnya
    • Bola
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Headline
    • News
    • Opini
    • Otomotif
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Selebriti
    • Sosial
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Copyright
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Kontak

    © 2025 Indograf.com - beda itu Indonesia. All Rights Reserved

    No Result
    View All Result
    • News
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Bola
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Video
    • Indeks

    © 2025 Indograf.com - Beda Itu Indonesia.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In