• INDOGRAF
  • INDEKS
Jumat, 2 Januari 2026
indograf.com
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
Indograf.com
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
No Result
View All Result
Indograf.com
No Result
View All Result
Home Pilihan Editor

Duka Mantan

Oleh: Dahlan Iskan

Indografnews by Indografnews
28 Oktober 2023
in Pilihan Editor
A A
Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

SAYA hampir menipu diri sendiri dan menipumu.

Mencintai dan dicintai belum tentu berbanding lurus.

Baca Juga

Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya

Ferdinan Adinoto Dukung Camat dan Lurah Bahas Isu Pertanahan

3 Desember 2025
Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

1 Desember 2025
Load More

Saya tahu disakiti adalah suatu keberuntungan.

Tapi aku tidak bisa menyerahkan diriku sepenuhnya.

Aku berusaha keras untuk mengubahmu, tapi aku tidak bisa mengubah jalur tersembunyi yang telah kucadangkan untukmu.

Kupikir berada di sisimu akan selamanya.

Sepertinya baru kemarin, namun kemarin sudah sangat jauh.

Tapi aku masih bisa melihat ketika aku memejamkan mata.

Seandainya saya Liang pasti bisa mengulas lebih baik makna lagu Sayangnya Bukan Kamu ini.

Baru pertama saya mendengarkan lagu itu. Kemarin pagi. Yakni ketika di medsos, di Tiongkok, muncul kembali lagu menjelang tahun 2000 itu.

Itulah cara sebagian orang di Tiongkok memberi pertanda ada sesuatu yang duka pagi kemarin.

”Saya tahu disakiti adalah suatu keberuntungan. Tapi aku tidak bisa menyerahkan diriku sepenuhnya”. Atau ”Aku masih bisa melihat ketika aku memejamkan mata”.

Yang memejamkan mata kemarin pagi itu Anda sudah tahu: Li Kejiang. Selamanya. Ia meninggal dalam usia 68 tahun. Yakni ketika baru tujuh bulan tidak lagi menjabat perdana menteri Tiongkok.

Li Keqiang tergolong pemimpin hebat yang mengakhiri jabatannya dengan agak sedih. Ia dua periode jadi perdana menteri.

Periode keduanya bernasib kurang baik. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok menurun. Tumbuh, tapi lebih rendah. Untuk kali pertama. Sejak 40 tahun sebelumnya.

Penurunan itu sulit di-stop. Sampai beberapa tahun kemudian. Pun sampai sekarang. Padahal ekonomi adalah tanggung jawab perdana menteri.

Ditambah lagi meledaknya Covid-19. Tekanan pada Li Keqiang luar biasa.

Ia tidak diajak serta ketika Presiden Xijinping berhasil memperpanjang periode. Li Keqiang sudah merasa tidak akan diajak berpasangan lagi di periode ketiga.

Maret lalu Xi Jinping memilih pengganti Li Keqiang Namanya: Li Qiang. Dua bulan sebelumnya pun pertanda itu sudah ada: Li Keqiang tidak lagi menjabat salah satu pimpinan puncak partai komunis Tiongkok.

Sejak itu tidak ada lagi berita: ke mana Li Kejiang, di mana ia dan melakukan apa. Begitulah budaya politik di Tiongkok. Pemimpin yang sudah pensiun tidak pernah tampil. Tidak mau tampil.

Mungkin juga tidak boleh tampil. Atau tidak diberi ruang tampil.

Pun mereka tidak pernah berkomentar. Apa pun. Termasuk mengenai keadaan pemerintah.

Apalagi berkomentar mengenai pejabat yang menggantikannya.

Tidak ada pejabat lama mengkritik pejabat yang baru.

Maka hilangnya nama Li Keqiang dari peredaran biasa saja. Jangankan Li Kejiang. Sekelas presiden

Jiang Zeming dan PM Zhu Rongji pun bukan siapa-siapa lagi setelah tidak menjabat.

Di Indonesia juga ada mantan pejabat yang seperti itu: Jenderal Polisi Sutarman. Begitu tidak jadi kapolri, Sutarman menjauh sejauh-jauhnya: ke pelosok Sukabumi. Menjadi petani. Beneran. Tiap hari ke sawah. Kadang bersama istri.

Kadang saya dikirimi foto ketika padi di sawahnya lagi indah menguning. Atau ia lagi berjalan di pematang di tengah sawah. Di Sukabumi yang damai. Indah. Alamiah.

Tapi ia, kelihatannya, juga lagi pusing di tengah kedamaian alam: sawahnya mengering. Sulit dapat air. Hujan tidak kunjung turun.

Setidaknya saya masih tahu di mana Jenderal Sutarman sekarang. Orang Tiongkok tidak tahu di mana para mantan pemimpin mereka. Tahu-tahu ada lagu lama yang diputar: Sayangnya Bukan

Kamu. Tanpa tahu siapa yang meninggal duNia. Bahkan ada yang berspekulasi itu Xi Jinping sendiri.

Beberapa jam kemudian barulah muncul berita resmi: Li Keqiang meninggal dunia. Di Shanghai. Ketika lagi istirahat di kota itu. Penyebabnya: serangan jantung.

Hanya itu. Tidak lebih dari itu. Tidak ada cerita apa-apa lagi. Pengabdiannya telah selesai. Anda bisa Googling sendiri seberapa hebat ekonom Tiongkok kelahiran Anhui dan alumnus Beijing University itu.

Salah satu kata-katanya yang akan abadi adalah: ”aliran air di sungai Huang Ho dan Yangtze tidak akan pernah kembali mengalir ke hulu”.

Keterbukaan ekonomi Tiongkok tidak akan pernah kembali ke sistem komunisme lama. Liberalisasi ekonomi akan terus berlanjut.

Itu juga yang mungkin membuat misinya sulit diperjuangkan.

”Aku berusaha keras untuk mengubahmu, tapi aku tidak bisa mengubah jalur tersembunyi yang telah kucadangkan untukmu”.

Memand Xi Jinpingang liberalisasi ekonomi sudah kebablasan. Jarak kaya miskin kian menganga. Ideologi komunis tergerus terlalu dalam. Xi Jinping tidak mau itu.

Simbol liberalisasi terjauh adalah Jack Ma dengan Alibabanya. Maka Jack Ma pun harus direm. Demikian juga yang lainnya.

Maka Li Keqiang digambarkan mirip lagu Fish Leong (梁靜茹, Liang Jingru) kelahiran Negeri Sembilan Malaysia itu: ”Kupikir berada di sisimu akan selamanya”.

Tidak. Seseorang tidak bisa selamanya berteman. Pemilu kadang memisahkan.

Liang Jingru (bukan Liang komentator Disway) bukan politisi. Dia penyanyi mandopop tahun 2000-an.

Dia baru belajar Mandarin setelah pindah ke Taiwan. Tapi lagunya sering dipakai untuk kabar duka seperti ini. Lagu mandopop yang sedih. (*)

Tags: Dahlan IskanDuka Mantan
Previous Post

Pemerintah Kabupaten Bekasi Memberikan Penghargaan Kepada Muda-Mudi Berprestasi Di Tingkat Provinsi Maupun Nasional

Next Post

Gibran Rakabuming Mulai Keliling Jawa Tengah

Artikel Terkait

Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya

Ferdinan Adinoto Dukung Camat dan Lurah Bahas Isu Pertanahan

by Indografnews
3 Desember 2025

INDOGRAF - Ferdinan Adinoto Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya mengambil langkah strategis untuk mempercepat resolusi isu pertanahan dengan meningkatkan...

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

Kemenko Polkam: Keanggotaan di Dewan IMO Menyangkut Kepentingan Politik dan Keamanan Nasional

by Nawawi Indograf
1 Desember 2025

Polkam, London |  indograf.com – Kemenko Polkam menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di Dewan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) bukan...

Sinergi Digital dan Publik: Kunci Kantor Pertanahan Palangka Raya Wujudkan Penataan Ruang Berkeadilan

Sinergi Digital dan Publik: Kunci Kantor Pertanahan Palangka Raya Wujudkan Penataan Ruang Berkeadilan

by Muhammad SA
4 November 2025

INDOGRAF - Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Ferdinan Adinoto, S.SiT., M.Si,  menegaskan komitmen untuk mewujudkan penataan ruang yang tidak...

Kepala BPN Banyuasin Dhona Lubis Kuatkan Sinergi Bareng PPAT

Kepala BPN Banyuasin Dhona Lubis Kuatkan Sinergi Bareng PPAT

by Muhammad SA
24 Oktober 2025

INDOGRAF - Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin, Dhona Fiermansyah Lubis, S.ST., M.M., QRMP, turun tangan langsung memperkuat pondasi pelayanan...

Please login to join discussion

Terpopuler

    Rekomendasi

    Siapkan SDM Berkualitas dan Berintegritas, Gubernur Khofifah Luncurkan 1.193 Beasiswa Bagi Santri Unggul Jatim

    Siapkan SDM Berkualitas dan Berintegritas, Gubernur Khofifah Luncurkan 1.193 Beasiswa Bagi Santri Unggul Jatim

    21 Mei 2025
    BPN Kota Depok

    BPN Kota Depok Bergerak Bentuk Panitia Inventarisasi Kawasan dan Tanah Terindikasi Terlantar

    31 Agustus 2023
    Menteri ATR/BPN AHY hadir pada pengukuhan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) masa bakti 2024-2027 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 15 Juli 2024.

    Menteri AHY Kukuhkan Pengurus PP IPPAT

    17 Juli 2024
    Ganjar Pranowo dan Muhaimin Iskandar.

    Ganjar Pranowo Ketiban Untung dari Deklarasi Anies-Cak Imin

    2 September 2023
    BPN Kota Depok

    Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Dibuka BPN Depok secara Online

    30 Oktober 2023
    Indograf.com

    Jalan Proklamasi No 20, RT 004/002, Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Depok, 16417, Jawa Barat, Indonesia

    Kategori

    • Berita Lainnya
    • Bola
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Headline
    • News
    • Opini
    • Otomotif
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Selebriti
    • Sosial
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Copyright
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Kontak

    © 2025 Indograf.com - beda itu Indonesia. All Rights Reserved

    No Result
    View All Result
    • News
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Bola
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Video
    • Indeks

    © 2025 Indograf.com - Beda Itu Indonesia.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In