Indograf.com, Cirebon — Polresta Cirebon menyiagakan sebanyak 1.200 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran di wilayah Kabupaten Cirebon, Kamis (12/03/2026).
Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, mengatakan kesiapan pengamanan ditandai dengan pelaksanaan gelar pasukan yang digelar pada kamis pagi.
Menurutnya, seluruh personel akan mulai menempati pos pengamanan masing-masing pada 13 Maret malam sesuai arahan pimpinan.
Sebanyak 11 pos pengamanan telah disiapkan, yang terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, serta pos terpadu yang berada di KM 188 dan terintegrasi dengan Korps Lalu Lintas Polri serta dinas terkait.
“Jadi kami menyiagakan 1.200 personil gabungan, baik itu dari TNI, Polri maupun dari instansi terkait. Tadi pagi kita melaksanakan gelar pasukan, sehingga nanti malam personil sesuai arahan pimpinan tanggal 13 Maret sudah menempati pos masing-masing.” ujarnya.
Kapolresta menambahkan, pihaknya memprediksi arus mudik akan terjadi dalam beberapa gelombang. Gelombang awal diperkirakan mulai terlihat pada 14 Maret.
Meski demikian, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas masih terpantau normal. Pihak kepolisian akan terus memantau situasi di lapangan, khususnya di jalur tol.
Penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way akan mengikuti kebijakan dari Korps Lalu Lintas Polri berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas.
Selain itu, kepolisian juga akan menutup sejumlah titik putaran balik atau U-turn jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Di wilayah Kabupaten Cirebon sendiri terdapat sekitar 30 titik U-turn yang berpotensi ditutup secara situasional, tergantung kondisi di lapangan.
Di sisi lain, Polresta Cirebon juga memusnahkan ribuan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat yang dilakukan sejak awal Februari hingga pertengahan Maret.
Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 2.673 botol minuman keras pabrikan, 7.010 botol minuman keras tradisional jenis ciu, serta 469 liter minuman keras jenis tuak. Selain itu, polisi juga memusnahkan 2.633 knalpot bising yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Jumlah yang kami musnahkan hari ini minuman keras pabrikan berbagai merek sebanyak 2.673, kemudian minuman keras tradisional ciu sebanyak 7.010 botol, kemudian tuak sebanyak 469 liter dan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis sejumlah 2.633 buah.” Katanya.
Kapolresta berharap, pemusnahan barang bukti tersebut dapat menekan penyakit masyarakat sehingga suasana menjelang akhir Ramadan hingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung aman dan kondusif. ***






