INDOGRAF – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bapas dari Sri Susilarti kepada Raden Mas Kristyo Nugroho dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Pusdiklat Pajak, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (23/4).
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, mitra kerja, tokoh masyarakat, dan jajaran pemasyarakatan se-DKI Jakarta.
Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran Bapas dalam sistem peradilan pidana terpadu.
Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan. Suasana semakin semarak dengan penampilan budaya “Indonesia Menari” yang merepresentasikan semangat kebersamaan dalam keberagaman, serta pemutaran video kilas balik yang menampilkan berbagai capaian dan inovasi selama kepemimpinan sebelumnya.
Dalam sambutannya, Sri Susilarti menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi dan dukungan seluruh pihak selama masa jabatannya. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih Bapas Jakarta Barat merupakan hasil kerja kolektif yang solid.
“Capaian yang diraih adalah buah dari kolaborasi dan kebersamaan. Saya berharap Bapas Jakarta Barat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapas yang baru, Raden Mas Kristyo Nugroho, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian positif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menyoroti pentingnya peran Bapas dalam implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang menuntut pendekatan pemasyarakatan yang lebih progresif dan humanis.
“Ke depan, Bapas memiliki peran strategis. Penguatan sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan,” tegasnya.
Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, turut mengapresiasi kinerja Bapas Jakarta Barat yang dinilai aktif, inovatif, dan berprestasi hingga meraih predikat UPT terbaik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembimbingan.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta yang menegaskan bahwa dengan berlakunya KUHP baru, Bapas semakin menempati posisi strategis sebagai leading sector dalam pelaksanaan pemasyarakatan.
“Ini adalah momentum untuk memperkuat peran Bapas sebagai garda terdepan dalam pembimbingan dan reintegrasi sosial,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan yang baru, Bapas Kelas I Jakarta Barat diharapkan semakin adaptif, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Lebih dari itu, Bapas diharapkan terus hadir sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan pembinaan, tetapi juga membangun harapan dan masa depan bagi klien pemasyarakatan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia.






