INDOGRAF – PLN UIP2B Jamali melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP2B Jateng dan DIY menyalurkan bantuan pendidikan bagi sepuluh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Aceh dan Sumatera. Bantuan tersebut menyasar mahasiswa yang terdampak bencana banjir besar beberapa waktu lalu. Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Semarang.
Manager PLN UP2B JTD, Rachmat Hidayat, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada para penerima. Program ini bertujuan memastikan keberlangsungan pendidikan mahasiswa di tengah kesulitan ekonomi akibat bencana. Pihak PLN berkomitmen hadir membantu masyarakat yang sedang berjuang menyelesaikan studi mereka.
General Manager PLN UIP2B JAMALI, Munawwar Furqan, menyampaikan dukungan moril kepada para penerima manfaat. Ia berharap bantuan ini mampu meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak. Tujuannya agar mereka tetap fokus belajar dan tumbuh menjadi generasi tangguh bagi bangsa.
Rachmat Hidayat menegaskan bahwa PLN sebagai instansi pemerintah memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Pihaknya merasa peduli terhadap kondisi para pelajar yang mengalami keterbatasan pascabencana. Harapannya, bantuan ini memberikan ketenangan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
Para penerima bantuan merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan yang berasal dari daerah terdampak. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Dampak banjir di wilayah tersebut dinilai sangat signifikan mempengaruhi kondisi mahasiswa.
Acara penyerahan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kemahasiswaan Universitas Diponegoro. Hadir di lokasi, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Edy Surahmad. Kehadiran pihak kampus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dengan sektor korporasi BUMN.
Edy Surahmad memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh YBM PLN. Menurutnya, bantuan ini sangat krusial karena musibah datang tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Pihak kampus berkomitmen menjamin mahasiswa yang tertimpa bencana tetap dapat melanjutkan kuliah.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa Undip telah menyiapkan berbagai kebijakan pendukung lainnya. Kebijakan tersebut mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa selama satu semester. Kampus juga memberikan bantuan biaya hidup bulanan untuk meringankan beban mereka.
Pihak universitas juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak luar. Kolaborasi dilakukan baik dengan instansi BUMN maupun sektor swasta lainnya. Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan dukungan bagi seluruh mahasiswa yang membutuhkan.
Salah satu penerima bantuan, Arfi Ananda, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian PLN. Ia mengaku dampak banjir di kampung halamannya masih dirasakan hingga saat ini. Bantuan pendidikan ini membantunya tetap fokus menjalani perkuliahan di tengah masa pemulihan.
Kegiatan ini menjadi bukti kontribusi nyata PLN dalam pembangunan sumber daya manusia. Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan pascabencana. PLN memastikan akses pendidikan yang layak tetap tersedia bagi generasi muda Indonesia.
Melalui program YBM, PLN terus berupaya menebar manfaat bagi masyarakat luas secara berkelanjutan. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. Pendidikan menjadi sektor prioritas dalam setiap penyaluran dana zakat dan infak pegawai PLN.






