Indograf.com – Sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cirebon diduga mengalami kebocoran. Hal ini disorot oleh pengamat kebijakan publik, Agung Sentosa, yang menilai lemahnya pengawasan serta pembiaran yang telah berlangsung bertahun-tahun berisiko merugikan keuangan daerah secara signifikan.
Di tengah upaya efisiensi anggaran dan pemangkasan sejumlah pos belanja, Agung mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dalam mengoptimalkan potensi PAD.
Ia menyebut, pengelolaan PAD dari berbagai sektor seperti pajak reklame, parkir, dan PBB belum berjalan secara maksimal, bahkan diduga kuat terjadi penguapan oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Kami mendesak Walikota Cirebon untuk segera mengevaluasi seluruh aspek pengelolaan PAD. Apakah sudah sesuai target atau belum, yang jelas Walikota harus mengambil sikap tegas,” tegas Agung, yang juga menjabat sebagai Ketua salah satu LSM di Kota Cirebon, Senin (30/7).
Menurutnya, praktik pembiaran terhadap kebocoran PAD sudah menjadi budaya buruk yang harus segera dihentikan. Ia menuntut adanya langkah nyata dari Walikota Effendi Edo untuk melakukan audit menyeluruh dan mengganti oknum-oknum yang selama ini terlibat dalam pengelolaan pendapatan daerah.
“Kami minta audit total. Mulai dari pajak reklame, parkir, PBB, dan potensi lainnya. Kalau perlu, semua sistem dimulai dari nol lagi. Evaluasi orang-orang yang terlibat, dari tingkat bawah hingga pejabat penanggung jawab,” lanjutnya.
Dari pengamatannya, potensi kebocoran PAD cukup besar. Ia mencontohkan sektor parkir, yang menurut hitungannya mengalami penguapan hingga 60–70 persen dari potensi pendapatan seharusnya. “Artinya, dana yang masuk ke kas daerah sangat minim dibanding potensi riil yang ada,” tambahnya.
Agung meyakini, kerugian daerah akibat kebocoran PAD bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya. Ia pun meminta aparat penegak hukum (APH) ikut turun tangan memastikan tidak ada praktik korupsi di balik lemahnya serapan PAD.
“Cirebon punya potensi besar. Jika dikelola serius dan transparan, saya yakin kota ini bisa melangkah jauh lebih maju. Tapi pembiaran terhadap kebocoran anggaran harus dihentikan. Jangan seolah-olah semuanya sudah selesai begitu saja,” tandasnya. ***










