• INDOGRAF
  • INDEKS
Jumat, 2 Januari 2026
indograf.com
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
Indograf.com
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
No Result
View All Result
Indograf.com
No Result
View All Result
Home

Walhi Soroti Dugaan Kerusakan Mangrove Dan Penimbunan Danau Gili Meno

Muhammad SA by Muhammad SA
30 Oktober 2023
in News
A A
Walhi Soroti Dugaan Kerusakan Mangrove Dan Penimbunan Danau Gili Meno

Foto udara danau air asin kawasan hutan mangrove di Gili Meno, Desa Gili Indah, Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB,

Share on FacebookShare on Twitter

Indograf.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat menyoroti dugaan kerusakan hutan bakau (mangrove) dan penimbunan di kawasan wisata dan konservasi Danau Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara.

Direktur Walhi NTB, Amry Nuryadin mengakui bahwa kerusakan hutan mangrove tidak hanya terjadi pada kawasan wisata Gili Meno saja melainkan juga terjadi di kawasan Tanjung Lombok Utara.

Baca Juga

Kodim 0504/Jakarta Selatan Hadir Jaga Keamanan Pengunjung Ragunan Saat Libur Panjang

Kodim 0504/Jakarta Selatan Hadir Jaga Keamanan Pengunjung Ragunan Saat Libur Panjang

27 Desember 2025

Pastikan Kenyamanan Pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon Optimalisasikan Layanan Lost and Found

16 Desember 2025
Load More

“Kami pernah turun dan melihat kerusakan yang terjadi di kawasan hutan mangrove itu atas nama revitalisasi kawasan wisata,” ujarnya melalui telepon dari Mataram, Minggu.

Ia mengatakan persoalan kerusakan hutan mangrove “berkedok” revitalisasi wisata yang terjadi di wilayah itu pernah diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Hanya saja, tidak begitu mendapat tanggapan dari pemerintah daerah setempat.

“Sudah pernah kami sampaikan bahwa banyak kawasan-kawasan di wilayah itu yang kritis dan terancam karena adanya alih fungsi kawasan hutan dan mangrove dan itu masif terjadi dan kami pun melihat implementasi penegakan terhadap itu juga tidak ada, coba dicek satu tahun atau dua tahun terakhir ini penegakan hukum terhadap kerusakan itu tidak ada, padahal kerusakan itu ada dan nyata di depan mata kita,” terang Amry Nuryadin.

Amry menegaskan hutan bakau atau mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan di bumi. Kerusakan hutan bakau menimbulkan berbagai dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Namun, faktanya banyak hutan bakau yang telah rusak.

“Dampak hutan bakau yang rusak akan menimbulkan terjadinya abrasi pantai. Rusak-nya hutan bakau berarti gelombang pasang surut laut dengan mudahnya mengikis pantai dan menyebabkan abrasi. Tanpa adanya hutan bakau, garis pantai akan cepat terkikis dan perlahan menyempit karena abrasi,” terang Amri Nuryadin.

Ia mengatakan, secara regulasi tentang perlindungan hutan mangrove termaktub dalam UU nomor 27 tahun 2007 tentang Pulau-Pulau kecil dimana diberikan kewajiban kepada pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan salah satunya kawasan mangrove karena memang itu salah satu yang dilindungi ekosistem pesisir dan laut.

Apalagi, sejauh ini data dari Pemda Kabupaten Lombok Utara menyatakan ada 18 titik rawan abrasi disepanjang pantai di Lombok Utara.

“Jadi janganlah ditambah lagi dengan memberikan ijin kepada salah satu perusahaan, tapi tidak mengontrol perusahaan itu yang teritorial-nya di wilayah pantai. Apalagi Gili Meno itu wilayah konservasi,” ucapnya.

Ia pun menyatakan, akan kembali melakukan proses investigasi terhadap kerusakan hutan di kawasan wisata yang masuk dalam kawasan tiga gili (Tarawangan, Meno dan Air) di Kabupaten Lombok Utara itu. Sebab, investigasi ini penting untuk melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi.

“NTB ini ada 443 pulau-pulau kecil dan dua pulau besar, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Status pulau-pulau ini harus di lindungi. Karena itu kuncinya juga pada pemberian izin. Maka dari itu pengusaha-pengusaha yang dapat izin harus taat, begitu juga pemda harus ketat dalam memberikan izin,” katanya.

Diketahui Gili Meno, adalah rangkaian pulau yang masuk bagian dari Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air). Yang istimewa, Gili Meno memiliki danau air asin dengan vegetasi hutan bakau atau mangrove. Hal yang tak bisa ditemukan di Gili Trawangan dan Gili Air.

Sayangnya, pulau kecil yang ditetapkan sebagai pulau konservasi ini diduga mulai tergerus pembangunan pariwisata yang tidak ramah lingkungan.

Sejumlah wisatawan mengungkapkan temuan mereka tentang dugaan kerusakan hutan bakau atau mangrove serta penimbunan danau di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara.

“Panoramanya sangat indah di Gili Meno ini, baik di danau-nya maupun bahari lautnya. Tapi sayang kelihatan kurang terawat dan juga ada kerusakan mangrove serta kita lihat ada penimbunan danau untuk pembangunan,” kata wisatawan asal Yogyakarta yang berlibur di Gili Meno, Satya Wirawan (35)

Selain itu menurut Wirawan, pemerintah sudah membangun sarana jembatan kayu sepanjang lintasan hutan bakau di danau Gili Meno. Hanya saja, lintasan kayu ini sudah terlihat banyak yang lapuk dan bisa membahayakan wisatawan yang memanfaatkannya.

Tutupan sebaran hutan mangrove di kawasan juga nampak banyak yang mulai gundul.

“Yang lebih mengkhawatirkan, kami melihat ada pekerjaan proyek semacam hotel di tepi danau sisi selatan. Dari bentangannya bisa terlihat kalau lahan yang dipakai itu merupakan reklamasi atau penimbunan Danau,” jelasnya.

Wirawan berharap masalah ini menjadi perhatian semua pihak, termasuk pemerintah. Sebab jika dibiarkan, maka upaya konservasi hanya akan menjadi sia-sia semata.

Sumber; Antara News/Nur Imansyah

Tags: ekosistemgilli menohutan bakaumangroveperlindungan hutan mangrovewalhi
Previous Post

Bagas Maulana dan Shohibul Fikri jadi Runner Up BWF

Next Post

Pendamping PKH Di Sukabumi Gencar Melakukan Edukasi Kepada PKM Terkait Menekan Dan Mencegah Stunting

Artikel Terkait

Kodim 0504/Jakarta Selatan Hadir Jaga Keamanan Pengunjung Ragunan Saat Libur Panjang

Kodim 0504/Jakarta Selatan Hadir Jaga Keamanan Pengunjung Ragunan Saat Libur Panjang

by Muhammad SA
27 Desember 2025

INDOGRAF - Personel Kodim 0504/Jakarta Selatan membantu pengamanan kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, selama masa libur Natal dan...

Pastikan Kenyamanan Pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon Optimalisasikan Layanan Lost and Found

by Mawardi
16 Desember 2025

Indograf.com - Sambut Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus...

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pembinaan Frontliner

by Mawardi
12 Desember 2025

Indograf.com - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung selama...

Ekonomi dan Budaya Rakyat Tumbuh : PLN Dorong Desa Wisata Lerep Menuju Kelas Dunia

Ekonomi dan Budaya Rakyat Tumbuh : PLN Dorong Desa Wisata Lerep Menuju Kelas Dunia

by Muhammad SA
12 Desember 2025

INDOGRAF - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan...

Please login to join discussion

Terpopuler

    Rekomendasi

    Yonif 202/Tajimalela Kerahkan Ratusan Personel dan Bangun Dapur Lapangan Bantu Korban Banjir Bekasi

    Yonif 202/Tajimalela Kerahkan Ratusan Personel dan Bangun Dapur Lapangan Bantu Korban Banjir Bekasi

    4 Maret 2025
    kepala BPN Kota Depok Indra Gunawan

    Kepala BPN Depok Indra Gunawan Minta PPAT dan Notaris Jaga Integritas Profesi

    14 September 2023
    Purbaya Bongkar Borok KPR! Musuh Perumahan Diserang

    Purbaya Bongkar Borok KPR! Musuh Perumahan Diserang

    23 Oktober 2025
    Menekan Angka Impor Cukup Besar, Kementan: Masa Tanam Di November

    Menekan Angka Impor Cukup Besar, Kementan: Masa Tanam Di November

    1 November 2023
    TMMD Depok Hari ke-23: Kolaborasi TNI dan Warga Hasilkan Progres Signifikan

    TMMD Depok Hari ke-23: Kolaborasi TNI dan Warga Hasilkan Progres Signifikan

    28 Mei 2025
    Indograf.com

    Jalan Proklamasi No 20, RT 004/002, Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Depok, 16417, Jawa Barat, Indonesia

    Kategori

    • Berita Lainnya
    • Bola
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Headline
    • News
    • Opini
    • Otomotif
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Selebriti
    • Sosial
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Copyright
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Kontak

    © 2025 Indograf.com - beda itu Indonesia. All Rights Reserved

    No Result
    View All Result
    • News
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Bola
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Video
    • Indeks

    © 2025 Indograf.com - Beda Itu Indonesia.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In