indograf.com, Depok, 12 Mei 2025
Dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan ibadah kurban, Masjid Jami’ Asy-Syahid Kota Depok bekerjasama dengan Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah menggelar kegiatan *Daurah Manajemen Kurban dengan mengusung tema “Menuju Pengelolaan Kurban yang Lebih Syar’i, Bersih, dan Sehat”*. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 14 Dzulqa’dah 1446 H bertepatan dengan 12 Mei 2025 M, bertempat di Masjid Jami’ Asy-Syahid, sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Ketua Umum DKM Masjid Jami’ Asy-Syahid, Dr. KH. Endang Madali, S.H.I., M.A., menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membekali para pengelola kurban dengan pemahaman yang benar dan aplikatif, sesuai tuntunan syariat Islam.

“Daurah ini bertujuan untuk menciptakan pengelolaan kurban yang lebih profesional dan sesuai syariat, sekaligus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan,” ujar KH. Endang dalam sambutannya.
Persiapan kegiatan ini dilakukan dengan matang oleh Panitia, yang juga menggandeng pembina dan perwakilan DKM dari berbagai masjid serta mushalla di sekitar wilayah Kelurahan Jatijajar, Cilangkap, dan Sukamaju. Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pengurus masjid yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam manajemen kurban di wilayahnya masing-masing.

Terlebih, LSH Hidayatullah bersedia mengawal atau membersamai DKM Asy-Syahid untuk menyelenggarakan daurah/latihan penyembelihan hewan kurban lanjutan hingga mencapai juru sembelih yang profesional. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Umum LSH Hidayatullah, H. Nanang Hanani, S.Pd.I, M.A., yakni bukan sekadar nama yang disebut “jagal”, tapi juru (sembelih) yang identik dengan seorang profesional dalam bidang yang digelutinya.
Hingga pertengahan acara, tercatat lebih dari 30 peserta telah hadir. Panitia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat target peserta yang ditetapkan berkisar antara 35 hingga 40 orang.
Salah satu poin penting dalam daurah (training/workshop) ini adalah pengenalan tiga marhalah (tahapan) dalam manajemen kurban, yakni marhalah ula (tahap dasar), marhalah wustha (tahap menengah), dan marhalah ‘ulya (tahap lanjutan). Diharapkan, dengan penguatan dari tiap tahap tersebut, akan terbentuk tim manajemen kurban yang solid, tertata, dan siap menjalankan tugas dengan baik.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi pijakan awal dalam membangun sistem manajemen kurban yang berkelanjutan. Kami ingin para peserta bisa terus aktif dalam program-program pelatihan berikutnya,” ujar salah satu panitia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mempererat sinergi antar DKM, sehingga pelaksanaan kurban tahun ini dapat berlangsung dengan lebih tertib, efisien, dan sesuai nilai-nilai Islam.
(NW)











