INDOGRAF – Pokdarwis Rukun Santoso, di Desa Wisata Lerep, berhasil masuk sebagai nominasi Pokdarwis Terbaik Nasional. Kelompok sadar wisata yang menjadi penggerak utama desa masuk dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan masyarakat Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, membuahkan hasil membanggakan di tingkat nasional.
Sebagai bagian dari tahapan penilaian, tim juri Kemenparekraf melakukan visitasi ke Desa Wisata Lerep. Tim juri meninjau langsung berbagai aspek pengelolaan pariwisata, mulai dari inovasi program, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan kolaboratif yang terjalin dengan sektor swasta, salah satunya melalui program Desa Berdaya PLN.
Dalam kunjungan tersebut, Daniel Bayu Anggara memaparkan peran penting Pokdarwis Rukun Santoso dalam menjaga sektor pariwisata khususnya di Desa Lerep, Kabupaten Semarang. Ia juga menjelaskan berbagai spot unggulan yang telah dikembangkan Pokdarwis Rukun Santoso, mulai dari wisata alam, budaya, edukasi, hingga ekonomi kreatif berbasis UMKM lokal.
“Pokdarwis Rukun Santoso memiliki legalitas yang jelas. Kami menggandeng semua lapisan masyarakat seperti karang taruna, PKK, paguyuban sopir, kelompok seni, UMKM, kelompok tani, kelompok wanita tani dan berbagai stake holder untuk bersama-sama mengembangkan dan menjaga pariwisata di Desa Lerep sesuai konsep sapta pesona” Ungkap Daniel Bayu Anggara, ketua Pokdarwis Rukun Santoso.
Keberhasilan Pokdarwis Rukun Santoso tak lepas dari peran strategis PT PLN (Persero) UP2B Jawa Tengah & D.I Yogyakarta yang sejak tahun 2022 telah memberikan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mencakup pelatihan manajemen pariwisata, pembangunan sarana penunjang wisata, serta pendampingan kelembagaan Pokdarwis agar lebih profesional dan berkelanjutan.
“Dukungan PLN melalui program TJSL menjadi pemicu bagi Kami untuk terus berkembang. Kami didampingi secara intensif, mulai dari penguatan kapasitas SDM hingga peningkatan fasilitas wisata. Tanpa kolaborasi ini, tentu tidak mudah untuk bisa sejauh ini,” tambahnya.
Selama visitasi, tim juri Kemenparekraf meninjau berbagai destinasi unggulan, seperti wisata alam, wisata edukatif, dan sentra ekonomi kreatif berbasis UMKM. Dalam pengamatan mereka, keberhasilan Desa Lerep tidak hanya terletak pada pengelolaan destinasi wisata, tetapi juga pada keterpaduan antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pendukung dalam membangun desa wisata yang berdaya saing. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor utama yang menjaga keberlanjutan dan daya hidup pariwisata Lerep.
Apresiasi turut disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan, yang menilai sinergi di Desa Lerep sebagai contoh penerapan tanggung jawab sosial yang efektif dan berdampak.
“PLN melihat potensi besar masyarakat Desa Lerep dalam mengembangkan pariwisata berbasis lokal. Melalui program Desa Berdaya PLN, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra dalam memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat,” ujar General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP2B) Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan.
Sementara itu, Rachmat Hidayat, Manager PLN UP2B Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, yang turut hadir dalam kegiatan visitasi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata peran PLN dalam mendukung pengembangan ekonomi desa. PLN berharap ini menjadi pemantik semangat bagi pokdarwis lainnya untuk terus berinovasi. Bagi PLN, ini adalah wujud nyata bahwa keberadaan PLN harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,
Kegiatan visitasi juga diisi dengan presentasi program kerja Pokdarwis, pertunjukan seni budaya lokal, dan pameran produk unggulan desa. Momen tersebut menunjukkan bagaimana berbagai pihak di Desa Lerep, mulai dari pelaku wisata, UMKM, hingga lembaga mitra berperan aktif dalam memperkuat identitas dan daya tarik pariwisata berbasis komunitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Wisata Lerep tumbuh menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Semarang. Desa ini menawarkan konsep wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat tidak hanya mampu mengembangkan potensi wisata, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dengan semangat gotong royong.
Perwakilan dari kementerian menyampaikan apresiasi atas inovasi dan semangat gotong royong yang terbangun di Desa Lerep. Mereka menilai keberhasilan Pokdarwis Rukun Santoso bukan hanya soal tata kelola destinasi, tetapi juga kekuatan dalam memberdayakan masyarakat secara nyata. Dari 75 pokdarwis yang telah mendaftar, hanya dipilih 6 pokdarwis termasuk Pokdarwis Rukun Santoso yang berhasil masuk dalam nominator dalam Wonderful Indonesia Award tahun 2025.
Ajang Wonderful Indonesia Award 2025 dijadwalkan mengumumkan para pemenang pada Desember mendatang. Bagi masyarakat Desa Lerep, pencapaian ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang kekuatan kolaborasi bahwa ketika energi, semangat, dan potensi lokal bersatu, maka desa mampu menjadi pusat kemajuan dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.











