indograf.com,DEPOK – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi dan pengelolaan arsip berbasis digital. Hal ini ditegaskan dalam Forum Rencana Kerja (Renja) yang digelar di Aula Lantai 1 Gedung Perpustakaan Pemkot Depok pada Jumat (7/3/2025), dengan tema “Bersama Depok Maju Melalui Penguatan Literasi Masyarakat dan Transformasi Digital Kearsipan.”
Forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi peningkatan layanan perpustakaan dan pengelolaan arsip di Depok. Dalam sambutannya, Staf Ahli Wali Kota Depok Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kemasyarakatan, Diah Sadiah, menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup peningkatan layanan publik yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
“Bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, itu bagian dari tugas kita. Kita harus mempertajam minat literasi di Kota Depok agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Semoga Forum Renja ini bisa membawa perubahan nyata,” ujar Diah Sadiah saat membuka forum tersebut.
Peran Strategis Diskarpus dalam Meningkatkan Literasi
Saat ini, Diskarpus Kota Depok telah mengelola 778 perpustakaan dengan total koleksi 35.163 judul atau 83.824 eksemplar buku. Menariknya, beberapa subjek buku yang paling diminati oleh pengunjung adalah novel, pengembangan diri/motivasi, komik, dan filsafat.
Dalam lima tahun terakhir, perpustakaan di Depok telah dikunjungi oleh 253.976 orang, dengan 82.917 pengunjung pada tahun 2024 saja. Tak hanya terbatas di gedung perpustakaan, layanan perpustakaan keliling juga menjadi andalan, menjangkau 653 lokasi di 11 kecamatan sepanjang tahun 2024.
Arah Kebijakan 2026: Lima Program Unggulan
Menatap tahun 2026, Diskarpus Kota Depok telah merancang lima program utama, 13 kegiatan, dan 33 sub-kegiatan yang difokuskan pada:
1. Pembinaan perpustakaan untuk meningkatkan akses literasi masyarakat.
2. Penunjang urusan pemerintahan daerah dalam pengelolaan dokumen dan arsip.
3. Pengelolaan arsip secara sistematis dan digitalisasi dokumen.
4. Perlindungan dan penyelamatan arsip, termasuk dokumen bersejarah.
5. Pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno sebagai warisan intelektual.
Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Diharapkan, hasil diskusi dalam forum ini menjadi pijakan kuat bagi Diskarpus dalam meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pembangunan Kota Depok yang lebih maju dan berdaya saing di era digital.
(NW)











