• INDOGRAF
  • INDEKS
Jumat, 2 Januari 2026
indograf.com
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
Indograf.com
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bola
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Video
No Result
View All Result
Indograf.com
No Result
View All Result
Home Headline

Kebijakan Rombel 50 Siswa Tuai Protes, Gubernur Dedi Mulyadi: Saya Siap Dihujat Demi Pendidikan

Nawawi Indograf by Nawawi Indograf
13 Juli 2025
in Headline, Pendidikan
A A
Kebijakan Rombel 50 Siswa Tuai Protes, Gubernur Dedi Mulyadi: Saya Siap Dihujat Demi Pendidikan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku siap dihujat, dikritik, dan digugat terkait kebijakannya menambah murid dalam satu kelas menjadi 50 orang.

Share on FacebookShare on Twitter

indograf.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kontroversi usai meluncurkan kebijakan baru terkait peningkatan kapasitas rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri dari 36 menjadi 50 siswa per kelas. Meski diprotes keras oleh sejumlah sekolah swasta, Dedi menegaskan dirinya siap dikritik, dihujat, bahkan menderita demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak Jawa Barat.

“Pemimpin itu harus siap menerima hujatan, kritikan, tuntutan bahkan gugatan. Saya belajar dari para pendiri bangsa, bahwa memimpin itu menderita,” ucap Dedi, Sabtu (12/7/2025).

Baca Juga

Anggota Komisi V DPR RI, Ir. H. Iskak Mekki, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin pada Rabu 24 Desember 2025.

Komisi V DPR RI Tinjau Progres Strategis Pertanahan di Banyuasin

25 Desember 2025
Rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di kawasan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, mulai memasuki tahapan krusial terkait aspek legalitas lahan.

Akselerasi Pelabuhan Palembang Baru, KSOP dan Pertanahan Banyuasin Bahas Legalitas HPL Tanjung Carat

25 Desember 2025
Load More

Ia menyebut kebijakan ini tidak berlaku seragam, melainkan tentatif, khususnya untuk daerah-daerah terpencil yang kekurangan akses sekolah. Tujuannya adalah untuk menekan angka putus sekolah yang masih tinggi di Jawa Barat. “Kalau di satu daerah ada sekolah negeri yang kuotanya hampir penuh, kenapa tidak dibuka sedikit untuk anak-anak lain yang tak punya pilihan?” ujar Dedi.

Namun langkah ini dinilai telah memukul eksistensi sekolah swasta. Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jabar, Ade D Hendriana, mengungkapkan bahwa pasca pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB), jumlah pendaftar ke sekolah swasta justru anjlok drastis. Banyak siswa yang sebelumnya sudah mendaftar ke sekolah swasta, mencabut berkas untuk pindah ke sekolah negeri melalui program PAPS (Penanggulangan Anak Putus Sekolah).

“Alih-alih mendapat tambahan murid, sekolah swasta malah ditinggalkan. Kami melihat ada kejanggalan. Kebijakan ini hanya dibalut narasi penyelamatan pendidikan, tapi kenyataannya banyak sekolah swasta yang ditinggalkan murid,” kata Ade, Kamis (10/7/2025).

Sekolah Swasta Menjerit, Guru Terancam Menganggur

Di lapangan, kondisi ini terasa nyata. Beberapa sekolah swasta di Kabupaten Bandung Barat seperti SMK Mekarwangi Lembang dan SMK Taruna Lembang menghadapi krisis jumlah siswa. Ketua Yayasan Mekarwangi, Ayi Enoh, menyebut sekolahnya baru menerima 10 siswa pada tahun ajaran ini, padahal sudah melakukan promosi besar-besaran hingga menggratiskan biaya bagi siswa tidak mampu.

“Sudah akreditasi A, biaya murah, bahkan gratis bagi siswa miskin, tapi tetap saja sepi. Sejak zonasi diberlakukan jumlah pendaftar menurun, dan kini makin parah karena kebijakan penambahan rombel,” ujar Ayi prihatin.

Menurut Ayi, bila situasi ini terus dibiarkan, tak hanya siswa yang dirugikan tetapi juga para guru yang kini terancam kehilangan pekerjaan. “Yayasan kesulitan membayar gaji guru. Kalau tidak ada solusi, sekolah bisa tutup,” tegasnya.

Nasib serupa dirasakan Yayasan Al Musyawarah yang menaungi SMK Taruna Lembang. Ketua Yayasan, Undang Abdurahman, mengungkapkan pendaftar baru tahun ini belum mencapai 15 orang. Menurutnya, sekolah kecil semakin tersisih oleh sekolah swasta baru yang lebih modern dan menawarkan jurusan yang lebih beragam.

“Kami pernah punya jurusan Keperawatan, tapi karena kalah saing kini hanya tinggal Farmasi. Pemerintah harus hadir. Ini bukan cuma soal sekolah, tapi soal keadilan dalam akses pendidikan,” katanya.

Pemprov Jabar: Kritik Boleh, Tapi Harus Objektif

Menanggapi protes dari FKSS dan yayasan sekolah swasta, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menilai kekhawatiran tersebut masih bersifat subjektif. Ia memastikan bahwa semua mekanisme penerimaan siswa dalam program PAPS sudah diatur dalam Keputusan Gubernur, lengkap dengan kriteria dan indikatornya.

“Kalau ada pelanggaran, silakan laporkan. Kami siap mendiskualifikasi jika terbukti ada titipan,” ujar Purwanto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa program PAPS ditujukan untuk empat kelompok anak rentan putus sekolah, seperti korban bencana, anak panti asuhan, anak dari orang tua yang tidak bekerja, dan anak dari lingkungan sekitar sekolah yang tidak mampu secara ekonomi.

“Kita ingin anak-anak ini tetap bisa sekolah, apapun kondisinya. Tapi bukan berarti sekolah swasta ditinggalkan, kita tetap akan duduk bersama membahas solusinya,” ujar Herman.

Jabar Targetkan Nol Putus Sekolah, Tapi Siapa yang Tertinggal?

Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan optimisme bahwa dalam tiga tahun ke depan, Jawa Barat bisa mencapai nol persen angka putus sekolah. Namun di sisi lain, sekolah swasta merasa tidak dilibatkan dalam langkah strategis ini.

Kebijakan penambahan rombel di sekolah negeri dinilai menciptakan ketimpangan baru: sekolah negeri makin penuh, sekolah swasta makin sepi. Para pengelola pendidikan berharap, solusi yang diambil pemerintah bisa lebih berpihak kepada keberlanjutan semua jenis lembaga pendidikan.

“Kami mendukung niat baik Pak Gubernur, tapi mohon jangan sampai niat baik ini justru mematikan sekolah swasta kecil yang selama ini ikut mencerdaskan bangsa,” tutup Ayi.

(NW)

Source: Nawawi
Tags: Dedi Mulyadi:Demi PendidikanDihujatGubernurKebijakanRombel 50 SiswaSaya SiapTuai Protes
Previous Post

SPMB Jenjang SMP Kota Depok Melahirkan Potensi Angka Putus Sekolah

Next Post

HUT INI Ke-117, 4200 Peserta Meriahkan NOTARACE 2025

Artikel Terkait

Anggota Komisi V DPR RI, Ir. H. Iskak Mekki, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuasin pada Rabu 24 Desember 2025.

Komisi V DPR RI Tinjau Progres Strategis Pertanahan di Banyuasin

by Indografnews
25 Desember 2025

INDOGRAF - Dalam upaya mempercepat penyelesaian sengketa lahan dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan program lainnya, Anggota Komisi V DPR...

Rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di kawasan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, mulai memasuki tahapan krusial terkait aspek legalitas lahan.

Akselerasi Pelabuhan Palembang Baru, KSOP dan Pertanahan Banyuasin Bahas Legalitas HPL Tanjung Carat

by Indografnews
25 Desember 2025

INDOGRAF – Rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di kawasan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, mulai memasuki tahapan krusial terkait aspek legalitas...

Pastikan Kenyamanan Pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon Optimalisasikan Layanan Lost and Found

by Mawardi
16 Desember 2025

Indograf.com - Sambut Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus...

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pembinaan Frontliner

by Mawardi
12 Desember 2025

Indograf.com - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung selama...

Please login to join discussion

Terpopuler

    Rekomendasi

    Satu Bulan, Polresta Cirebon Amankan 18 Tersangka Tindak Pidana Kriminal

    25 November 2023
    Kemenkop Kolaborasi Bersama Pemprov Sumut Wujudkan Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

    Kemenkop Kolaborasi Bersama Pemprov Sumut Wujudkan Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

    30 April 2025
    Haji Uma Desak Pemerintah Segera Bayar Tukin Dosen ASN yang Tertunda Lima Tahun

    Haji Uma Desak Pemerintah Segera Bayar Tukin Dosen ASN yang Tertunda Lima Tahun

    19 Januari 2025
    Kemlu Bersama Jejaring Internasional “The SEMERU Project” Dorong Pengembangan Potensi Malang

    Kemlu Bersama Jejaring Internasional “The SEMERU Project” Dorong Pengembangan Potensi Malang

    4 November 2023
    GM PLN UID Jakarta Raya, Lasiran: Pertumbuhan SPKLU Luar Biasa, dari 3 kini 126

    GM PLN UID Jakarta Raya, Lasiran Pertumbuhan SPKLU Luar Biasa, dari 3 kini 126

    30 Juni 2024
    Indograf.com

    Jalan Proklamasi No 20, RT 004/002, Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, Depok, 16417, Jawa Barat, Indonesia

    Kategori

    • Berita Lainnya
    • Bola
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Headline
    • News
    • Opini
    • Otomotif
    • Pemilu
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Selebriti
    • Sosial
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Copyright
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Kontak

    © 2025 Indograf.com - beda itu Indonesia. All Rights Reserved

    No Result
    View All Result
    • News
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Bola
    • Otomotif
    • Selebriti
    • Video
    • Indeks

    © 2025 Indograf.com - Beda Itu Indonesia.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In