indograf.com, Depok – Pemerintah Kota Depok terus menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi momok utama di wilayah perkotaan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pemkot kini tengah menjajaki kemitraan strategis dengan pihak swasta dalam pengelolaan dan penanggulangan sampah.
Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman atau yang akrab disapa Abra, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya serius Pemkot dalam mewujudkan Depok yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Fokusnya adalah menggandeng pelaku usaha pengolahan sampah modern untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kota saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki fokus dan pengalaman dalam pengolahan sampah. Kami berharap kemitraan ini menjadi terobosan penting dalam menuntaskan permasalahan sampah di Kota Depok,” ujar Abra saat meninjau instalasi pengolahan sampah di kawasan Tanah Merah, Cipayung.
Abra menyebut, keberadaan pihak swasta dalam sistem pengelolaan sampah menjadi oase harapan di tengah upaya Pemkot mengurai kompleksitas persoalan lingkungan. Salah satu lokasi yang disorot adalah instalasi pengolahan sampah Tanah Merah yang telah dikunjungi DLHK sebanyak tiga kali.
“Kami optimistis bahwa keberadaan fasilitas ini bisa memberikan kontribusi besar. Kami ingin kolaborasi ini terus berkembang dan menjadi model percontohan pengelolaan sampah di wilayah lain,” tandasnya.
Sementara itu, pengelola instalasi pengolahan sampah Tanah Merah, Muhammad Sandi Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya kini mengandalkan teknologi incinerator atau pembakaran sampah untuk memusnahkan limbah secara efisien. Teknologi ini menghasilkan gas sisa yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar kembali bagi mesin pembakaran, menciptakan sistem yang ramah lingkungan dan efisien secara energi.
“Tidak ada satu pun pemerintah yang bisa menuntaskan persoalan sampah sendirian. Karena itu, kolaborasi dengan pihak-pihak yang punya sumber daya dan visi lingkungan sangat dibutuhkan,” ujar Sandi.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini instalasi miliknya mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari, dari target ideal 150 hingga 200 ton per hari. Seluruh sampah yang masuk ke hanggar pengolahan akan dimusnahkan di tempat, tanpa menyisakan limbah yang harus dibuang ke lokasi lain.
“Kami sedang menuju target 200 ton per hari, namun saat ini kapasitas kami baru terealisasi sekitar 50 ton. Tapi yang penting, seluruh sampah dimusnahkan langsung di dalam instalasi. Tidak ada lagi
(NW)











