indograf.com, Depok – Suasana berbeda terlihat pada apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok, Jumat (16/5). Jika biasanya digelar di Lapangan Balai Kota, kali ini apel dipindahkan ke Alun-alun Timur Depok, kawasan Grand Depok City (GDC), sebagai bagian dari kemeriahan hari keenam perayaan Lebaran Depok 2025.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana, yang akrab disapa Mpok Nina, memimpin langsung apel tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemindahan lokasi apel bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap suksesnya gelaran budaya dan ekonomi kreatif tahunan ini.
“Sebagai ASN, kita punya tanggung jawab untuk turut menyukseskan Lebaran Depok. Ini ajang meramaikan kota dan mendukung geliat UMKM lokal,” ujar Mpok Nina dalam amanatnya.
Apel kali ini juga dimeriahkan oleh partisipasi para warga lanjut usia (lansia) yang mengikuti senam bersama, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Tak hanya memberi imbauan, Mpok Nina secara tegas menginstruksikan seluruh ASN dan pengunjung untuk membeli produk-produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Pemkot Depok yang mengisi ratusan stan di area Alun-alun Timur.
“Dari pintu masuk hingga ke belakang padepokan, stan UMKM dan IKM kita siap menyambut. Beli produk mereka, dukung ekonomi warga,” tegasnya.
Lebaran Depok 2025 bukan sekadar festival belanja, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal. Sejak 11 Mei, serangkaian kegiatan tradisional khas Betawi Depok seperti Ngubek Empang, Nyuci Perabotan, Ngaduk Dodol, hingga Potong Kebo Andil digelar untuk mengajak generasi muda mengenal akar budaya mereka.
Acara akan mencapai puncaknya pada 17 Mei 2025 dengan digelarnya Parade Budaya Nusantara, menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita ingin Lebaran Depok bukan hanya memperkenalkan budaya Betawi Depok, tapi juga menjadi simbol keberagaman dan persatuan,” tutup Mpok Nina.
Dengan semangat kolaborasi dan cinta budaya, Lebaran Depok 2025 menjadi bukti bahwa Depok bukan hanya kota penyangga, tapi juga pusat budaya dan ekonomi kreatif yang hidup dan berkembang.
(NW)











