Indograf.com, Cirebon — Tradisi menukar uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri kembali ramai dilakukan masyarakat. Di Kota Cirebon, ratusan warga sejak Senin (9/3/2026) pagi sudah memadati lokasi penukaran uang yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon di salah satu pusat perbelanjaan.
Mayoritas warga yang datang didominasi ibu-ibu. Mereka membawa sejumlah uang untuk ditukarkan menjadi pecahan baru yang nantinya akan dibagikan kepada keluarga dan anak-anak saat Lebaran.
Bagi sebagian masyarakat, uang pecahan baru sudah menjadi bagian dari tradisi tahunan menjelang hari raya. Tak heran jika banyak warga rela antre untuk mendapatkan uang baru meski harus menunggu cukup lama.
Salah seorang warga, Wulandari, mengaku sudah mendaftar secara daring untuk bisa menukar uang. Ia mengatakan proses pendaftaran sempat mengalami kendala karena tingginya jumlah peminat.
“Iya, waktu yang paling kelihatan itu hari ini, tanggal 9, jadi yaudah langsung klik aja.
Kesulitan saat mendaftar apa, Mbak? Nggak masuk-masuk ya, Terus, Antrinya berjam-jam, Terus kadang webnya balik lagi ke awal
Lagi ke awal, tapi so far aman aja sih.” katanya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Maya. Menurutnya, memberikan uang baru kepada keponakan atau keluarga sudah menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan setiap Lebaran.
“Iya, sudah tradisi tiap tahun pengennya uang baru lah. Kalau ngasih ke ponakan atau saudara itu senang kalau dapat uang baru gitu.”Iya, iya, sudah rutin khas Lebaran.” ujarnya.
Sementara itu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon tahun ini menyiapkan uang pecahan baru sebesar Rp3,89 triliun untuk wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25,8 persen dibandingkan realisasi penukaran pada Lebaran 2025 yang mencapai Rp3,09 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan peningkatan jumlah uang yang disiapkan dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
“Total ya, total kita menyediakan 3,89 triliun. Ini naik 25,8% dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar 3,09 triliun. Jadi ini meningkatnya cukup banyak ya, teman-teman sekalian.
Kita tahu bahwa antusiasme warga untuk melakukan penukaran sangat tinggi. Perkembangan ekonomi kita juga meningkat cukup pesat, jadi dengan seperti itu kita mempertimbangkan menyiapkan kebutuhan uang yang lebih banyak dibandingkan dengan 2025 kemarin.Itu untuk keseluruhan wilayah Ciayumajakuning.” Ungkapnya.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi penukaran. Selain melalui layanan BI, masyarakat juga dapat menukarkan uang baru di sejumlah perbankan yang telah ditunjuk untuk melayani penukaran uang menjelang Lebaran. ***






